fbpx
Selasa, 3 Agustus 2021

Aktifitas Jasa Cina Mengalami Perlambatan

Kebangkitan kasus infeksi Covid-19 di wilayah Cina bagian Selatan telah membebani laju pertumbuhan sektor jasa Cina yang mengalami perlambatan tajam hingga ke level terendahnya dalam 14 bulan di Juni lalu, sehingga menambah kekhawatiran terhadap hilangnya sejumlah momentum yang berpotensi melemahkan laju ekonomi di negara tersebut.

Caixin/Markit Service PMI dilaporkan turun menjadi 50.3 di bulan Juni lalu, yang mencatat angka terendah sejak April 2020 lalu dan secara signifikan turun dari 55.1 pada Mei sebelumnya.

Sementara data acuan aktifitas jasa resmi Cina menunjukkan laju perlambatan yang nyata di bulan Juni, meskipun masih tetap berada di wilayah ekspansinya di tas level 50, namun setidaknya hal ini menunjukkan kewaspadaan sektor tersebut terhadap gelombang kasus infeksi virus corona.

Menyusul laju perlambatan yang juga ditorehkan oleh sektor manufaktur Cina, sejumlah analis mengatakan bahwa pembacaan hasil survei PMI ini menunjukkan bahwa laju permintaan yang terpendam selama pandemi Covid-19 kemungkinan telah berada di puncaknya dan rebound ekonomi Cina yang kuat nampaknya mulai bersifat moderat.

Meskipun mengalami pemulihan dari pandemi yang lebih lambat dibandingkan sektor manufaktur, namun peningkatan konsumsi secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir, dinilai telah berhasil mendorong sektor jasa Cina.

Akan tetapi wabah COVID-19 dari jenis Delta yang lebih menular di pusat ekspor dan manufaktur Guangdong sejak akhir Mei dan penerapan langkah-langkah anti-virus berikutnya telah membebani aktivitas konsumen dan bisnis.

Saat ini pemerintah Cina telah bereaksi dengan cepat untuk menahan gelombang kasus infeksi baru sehingga mampu meredakan gangguan terhadap ekonominya, selain itu sebuah survei dari pihak swasta menunjukkan prospek bisnis penyedia jasa untuk tahun depan akan mengalami kemerosotan hingga ke level terendahnya dalam sembilan bulan.

Secara detail dilaporkan bahwa sub-indeks bisnis baru berada di 50.5, yang juga berada di level terendah sejak April 2020 ketika sektor jasa masih terperosok dalam kelumpuhan COVID, selain itu pihak perusahaan juga melakukan pemangkasan staf pekerja di bulan Juni untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, sebagai akibat dari laju permintaan yang melambat.

Dalam survei tersebut juga ada satu titik terang, yaiut tekanan inflasi, yang menekan margin keuntungan, dimana biaya input dilaporkan naik dalam laju paling lambat sejak September 2020 dan pihak perusahaan jasa telah memangkas harga yang dibebankan untuk pertama kalinya dalam 11 bulan guna memenangkan bisnis baru.

Sedangkan Caixin Composite PMI untuk bulan Juni, yang mencakup sektor manufaktur dan jasa, dilaporkan turun ke level terendahnya dalam 14 bulan di 50.6 di bulan Juni dari 53.8 pada bulan Mei sebelumnya.

Terkait akan hal ini Wang Zhe selaku ekonom senior di Caixin Insight Group mengatakan bahwa industri manufaktur telah kembali normal pasca epidemi, sementara industri jasa masih sensitif terhadap laju kebangkitan regional, dan selain itu low base effect dari tahun lalu akan terus melemah pada semester kedua tahun ini, yang mana tekanan inflasi yang berkaitan dengan perlambatan ekonomi masih akan menjadi tantangan serius.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.