fbpx
Senin, 29 November 2021

APRA : RBA Harus Menangani Kemungkinan Suku Bunga Negatif

Lembaga Australian Prudential Regulation Authority (APRA), sebagai regulator kehati-hatian Australia, mengatakan kepada pihak RBA bahwa mereka harus memiliki rencana untuk menangani kemungkinan terjadinya suku bunga nol atau negatif di April 2022.

Hal ini dikeluarkan oleh lembaga tersebut setelah melewati proses konsultasi yang menunjukkan bahwa suku bunga di kisaran tersebut dapat menimbulkan kondisi “tantangan operasional” dalam sejumlah kasus yang mungkin terjadi.

Sementara itu pihak Reserve Bank of Australia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak mungkin menerapkan suku bunga di kisaran negatif, namun pihak APRA justru mengatakan bahwa ada kemungkinan suku bunga lainnya yang ditentukan di pasar keuangan bisa saja turun ke kisaran nol persen atau bahkan di bawah nol.

Dengan demikian lembaga tersebut meminta bank sentral untuk bersiap mengambil langkah-langkah yang dinilai masuk akal, guna mempersiapkan skenario seperti itu dan setidaknya mengembangkan solusi taktis untuk menerapkan suku bunga pasar di kisaran nol atau negatif pada keputusan kebijakan suku bunga pada 30 April 2022 mendatang.

Salah seorang pejabat perbankan APRA Therese McCarthy Hockey dalam sebuah surat kepada pihak bank sentral, mengatakan bahwa solusi taktis biasanya adalah perbaikan jangka pendek, yang melibatkan solusi pada sistem yang ada, bersamaan dengan apa yang terjadi di sektor hilir.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa pihak APRA menganggap risiko yang timbul dari kurangnya kesiapan bank sentral terhadap suku bunga nol atau negatif menjadi suatu material, karena dapat memiliki implikasi signifikan bagi manajemen risiko, lindung nilai, proses operasional, kontrak, pengungkapan produk, teknologi informasi serta sistem akuntansi antara daerah lainnya.

Sektor perbankan mengatakan selama proses konsultasi bahwa mereka berada dalam posisi yang baik untuk menangani kondisi suku bunga pasar di kisaran nol dan negatif terhadap produk keuangan yang biasanya ditangani oleh sistem perbendaharaan mereka, sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa kondisi suku bunga seperti itu terhadap pinjaman ritel atau produk simpanan mereka, akan menimbulkan tantangan operasional.

Untuk itu McCarthy Hockey menambahkan bahwa persiapan yang tidak memadai untuk kemungkinan suku bunga nol dan negatif, berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap pihak bank komersial, para nasabahnya serta terhadap pasar dimana bank tersebut beroperasi.

Suku bunga tunai RBA untuk saat ini masih tetap di rekor terendahnya di 0.10% sejak November 2020 lalu, sementara itu untuk imbal hasil jangka pendek yang tercatat di pemerintah, telah berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya pada bulan lalu.

Periode konsultasi dari APRA telah dimulai sejak Desember lalu dan akan berlanjut hingga tanggal 20 Agustus mendatang, sebelum regulator menyelesaikan ekspektasi mereka pada 31 Oktober nanti.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.