fbpx
Rabu, 27 Oktober 2021

BoJ Yakin Ekonomi Jepang Pulih Di Bulan Juni

Dalam risalah pertemuan kebijakan pada 17-18 Juni lalu, para pembuat kebijakan Bank of Japan berharap bahwa laju percepatan program vaksinasi Covid akan mampu menopang laju pemulihan ekonomi negara tersebut.

Namun jika melihat bahwa tekanan inflasi dari sisi mana pun yang sedikit berkurang maka mereka setidaknya menilai bahwa laju pemulihan secara lebih luas sepertinya masih dalam kondisi yang rapuh.

Saat ini Jepang baru saja terbebas dari gelombang infeksi virus keempat, dimana penurunan laju kasus infeksi baru serta peningkatan vaksinasi telah mendorong pihak berwenang untuk melonggarkan penetapan kondisi darurat di Tokyo dan delapan prefektur lainnya pada 20 Juni lalu.

Disebutkan dalam risalah bahwa Bank of Japan tetap mempertahankan kebijakan moneter tetap stabil serta meluncurkan rencana guna meningkatkan pendanaan untuk memerangi perubahan iklim yang akan diluncurkan di akhir tahun ini.

Salah seorang dari sembilang anggota dewan kebijakan bank sentral Jepang berkomentar bahwa siklus ekonomi yang positif telah mulai berjalan di Jepang seiring banyaknya kemajuan yang dicapai dalam program vaksinasi.

Sementara pejabat lainnya berpendapat bahwa meskipun tidak pasti dan tidak merata, namun kemajuan dalam program vaksinasi telah membuat laju pemulihan ekonomi global semakin jelas dan diharapkan bahwa Jepang juga juga akan mengalami hal serupa.

Sejumlah penilaian optimis tersebut telah menggarisbawahi pandangan Bank of Japan bahwa laju ekonomi akan muncul kembali dari menguatnya kondisi ekspor yang saat ini lesu serta peningkatan permintaan domestik, tanpa harus mengeluarkan dukungan moneter tambahan.

Beberapa pembuat kebijakan telah melihat adanya tanda-tanda inflasi mengalami rebound, dengan menyuarakan satu harapan bahwa laju permintaan yang terpendam akan membantu mempercepat inflasi pada paruh kedua di tahun ini.

Namun demikian tidak ada yang melihat tekanan inflasi yang meningkat secara berlebihan, karena laju permintaan yang masih lemah serta pemangkasan biaya telepon seluler yang mampu mengimbangi kenaikan biaya input.

Terkait akan hal ini salah seorang pejabat anggota dewan kebijakan, mengatakan bahwa kenaikan harga komoditas serta perbaikan permintaan domestik akan mendorong laju inflasi, meskipun tekanan kenaikan harga seperti itu berpotensi kehilangan momentumnya.

Ekonomi Jepang mengalami penyusutan sebesar 3.9% di tingkat tahunan pada kuartal pertama dan analis memperkirakan rebound apa pun yang terjadi pada kuartal April hingga Juni menjadi bersifat moderat karena pembatasan pergerakan COVID-19 yang membatasi konsumsi.

Selain itu harga konsumen inti mencatat kenaikan hanya 0.1% di bulan Mei lalu dari periode yang sama di tahun sebelumnya, menyusul laju pengeluaran yang lemah sehingga membuat pihak perusahaan enggan untuk meneruskan biaya bahan baku yang lebih tinggi kepada rumah tangga.

Menyusul rencana perubahan iklim yang direncanakan oleh Bank of Japan, salah seorang anggota dewan kebijakan mengatakan bahwa hal itu harus menjadi rencana yang fleksibel karena keadaan di sekitar wacana tersebut tetap tidak berubah.

Sedangkan menurut salah seorang perwakilan pemerintah yang menghadiri pertemuan BoJ di bulan Juni menyebut bahwa gagasan itu sebagai rencana yang tepat waktu karena pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga tengah mempromosikan green innovation di antara sejumlah bagian penting dari strategi pemerintah dalam mendorong laju pertumbuhan ekonominya.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.