fbpx
Rabu, 4 Agustus 2021

Booming Perumahan Berpotensi Menghambat Perdagangan Inggris

Dalam sejarahnya lonjakan yang terjadi terhadap harga rumah di Inggris berpotensi mendatangkan ancaman terhadap harapan pertumbuhan ekspor yang lebih kuat pasca Brexit, yang mana jika Menteri Keuangan Rishi Sunak menggunakan pasar perumahan sebagai pendorong ekonomi Inggris seperti para pendahulunya.

Lembaga pemberi pinjaman Nationwide mengatakan bahwa harga rumah Inggris di tingkat tahunan mencatat kenaikan dalam laju tercepat di 13.4% pada bulan Juni, yang dipicu oleh potongan pajak pembelian properti serta permintaan terhadap rumah besar di masa pandemi karena lebih banyak warga Inggris yang melakukan work from home.

Bank of England menilai bahwa pasar perumahan di Inggris mempunyai peran penting sebagai pendorong pertumbuhan, dimana harga rumah yang telah disesuaikan dengan inflasi telah mengalami pertumbuhan sejak 1980 silam.

Sementara menurut perhitungan Reuters, hubungan antara pasar properti domestik dan perdagangan internasional mungkin tidak tampak jelas, selama 50 tahun terakhir telah ada hubungan terbalik yang dapat diandalkan antara harga rumah dan kontribusi perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Di satu sisi, pasar perumahan yang menderu membantu mendorong kepercayaan konsumen dan pengeluaran rumah tangga, namun sekaligus juga telah meningkatkan permintaan impor yang meningkatkan hambatan ekonomi dari perdagangan bersih, sehingga menambah ketergantungan Inggris terhadap investor asing untuk mendanai defisit neraca pembayarannya.

Salah seorang ekonom senior di Organisation for Economic Co-ordination and Development (OECD), Balazs Egert mengatakan bahwa hubungan ini mirip dengan suatu kondisi dimana sektor yang tengah booming sering dikaitkan dengan penemuan komoditas seperti minyak, sehingga menguras sumber daya dari sektor lain dan merugikan perekonomian secara keseluruhan.

Lebih lanjut Egert mengatakan bahwa jika terjadi booming di sektor perumahan, maka hal ini akan menghambat kinerja ekspor di negara tersebut secara rata-rata, jika menilik dari periode antara 1990 hingga 2000, mungkin adil untuk mengatakan jika sektor konstruksi dan real estate mengalami booming maka hal ini tentu saja telah memberikan bantuan kepada sektor manufaktur.

Hal ini disebabkan karena kenaikan harga rumah telah meningkatkan profitabilitas sektor konstruksi dan real estat, yang menarik tenaga kerja dan modal dari industri dengan produktivitas lebih tinggi seperti manufaktur.

Sektor manufaktur Inggris telah mengalami penurunan selama beberapa dekade terakhir, dengan kehilangan sejumlah industri berat ke pasar negara berkembang yang tumbuh cepat, namun dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami kondisi yang stabil hingga mencapai 10% dari output ekonomi secara keseluruhan.

Sunak telah mencoba untuk meningkatkan investasi produsen dengan menerapkan kebijakan pemangkasan yang memungkinkan pihak perusahaan untuk memotong tagihan pajak mereka hingga sebesar 25 pence untuk setiap 1 poundsterling yang diinvestasikan hingga bulan Maret 2023 mendatang.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.