fbpx
Selasa, 3 Agustus 2021

Ekspor Jepang Tumbuh Di Laju Tercepatnya

Laju ekspor Jepang mencatat pertumbuhan dalam laju tercepatnya sejak 1980 di bulan Mei lalu, sementara ukuran utama belanja modal juga mencatat pertumbuhan, sehingga mampu membantu negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut untuk mengimbangi laju permintaan domestik yang lesu, seiring meningkatnya aktifitas bisnis di pasar-pasar utama yang didukung program vaksinasi Covid-19.

Adapun lonjakan ekspor ini sebagian besar memberikan cerminan terjadinya rebound dalam aktifitas pengiriman, setelah mengalami penurunan akibat tekanan pandemi di tahun lalu, yang merupakan sebuah pertanda yang baik karena ekonomi tengah berjuang untuk mampu pulih dari kelesuan di kuartal pertama, saat keadaan darurat Covid-19 diberlakukan dalam waktu yang panjang.

Seiring data yang solid ini, maka kemungkinan akan meningkatkan pandangan terhadap bank sentral yang akan tetap menerapkan kebijakan ultra-longgar pada pertemuan kebijakn 17-18 Juni mendatang, meskipun mereka dapat memperpanjang program bantuan pandemi untuk tetap mendukung laju pemulihan ekonomi yang rapuh.

Kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami mengatakan bahwa walau bagaimanapun konsumsi swasta tidak dapat diandalkan, namun tren kenaikan yang terjadi di ekspor dan belanja modal dinilai akan mampu membantu mengatasi penurunan di kuartal kedua, akan tetapi pertumbuhan ekspor kemungkinan kurang kuat akibat dari kekurangan pasokan produk chip global, yang tentunya akan menghambat produksi mobil selama setengan tahun ke depan.

Sebuah data dari Kementerian Keuangan di hari Rabu kemarin, menunjukkan bahwa ekspor Jepang tumbuh sebesar 49.6% di tingkat tahunan pada bulan Mei lalu yang mendapat dukungan dari pengiriman produk mobil ke pasar AS, akan tetapi masih lebih rendah dari perkiraan kenaikan 51.3% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Kenaikan tersebut mengikuti kenaikan 38% di bulan April sebelumnya, yang mana data ini menandapi kenaikan bulanan paling tajam sejak April 1980 silam, disaat laju pengiriman melonjak hingga sebesar 51.4%, yang sekaligus mencerminkan efek dari kemunduran pertumbuhan sebesar 28.3% pada bulan Mei 2020 lalu.

Jika menilik secara detail berdasarkan wilayah pengiriman, ekspor ke mitra dagang terbesar Jepang, yaitu Cina mencatat pertumbuhan sebesar 23.6%, seiring pengiriman peralatan untuk produksi chip, mobil jenis hybrid serta tembaga bekas, sementara itu ekspor ke AS sebagai pasar utama bagi produk Jepang, mencatat lonjakan hingga 87.8% yang merupakan rekor pertumbuhan tahunan, yang didukung oleh pengiriman produk mobil dan suku cadang kendaraan.

Sedangkan untuk impor dilaporkan mencatat kenaikan 27.9% di tingkat tahunan pada bulan Mei lalu, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 26.6% dari median ekonom, sehingga mencatat defisit perdagangan sebesar 187.1 milliar Yen ($ 1.70 milliar), lebih besar dari perkiraan defisit sebesar 91.2 milliar Yen dari para ekonom.

Selain itu sebuah data terpisah yang dirilis oleh Kantor Kabinet menunjukkan untuk pesanan mesin inti, yang menjadi indikator utama belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan kedepan, mencatat kenaikan 0.6% di bulan April lalu dari bulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 2.7% dari para ekonom.

Salah seorang pejabat pemerintah Jepang mengatakan bahwa laju permintaan luar negeri yang kuat terhadap peralatan manufaktur untuk chip, telah mendatangkan dukungan bagi pesanan eksternal, yang mengalami lonjakan sebesar 46.2% di bulan April, setelah mengalami penurunan sebesar 53.9% di bulan Maret.

Untuk pesanan inti, yang tidak termasuk kapal dan utilitas listrik, dilaporkan tumbuh 6.5% di tingkat tahunan pada bulan April, lebih rendah dibandingkan perkiraan kenaikan 8.0% dari para ekonom.

Dengan demikian Bank of Japan dalam pertemuan kebijakannya di pekan ini, diperkirakan secara luas akan mempertahankan kebijakan suku bunganya di minus 0.1%, sedangkan target imbal hasil obligasi pemerintah Jepang untuk tenor 10 tahun masih di kisaran 0%.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.