fbpx
Rabu, 4 Agustus 2021

Ekspor Korea Selatan Mencatat Lonjakan

Meskipun melaju dalam kecepatan yang melambat seiring dorongan dari pemulihan ekonomi yang solid di pasar utama global serta permintaan yang kuat terhadap produk memory chip dan mobil, namun laju ekspor Korea Selatan mampu mencatat pertumbuhan dua digit dalam empat bulan berturut-turut.

Kementerian Perdagangan Korea Selatan melaporkan ekspor yang melonjak sebesar 39.7% di bulan Juni, sehingga mencatat nilai terbesar ketiga di angka $ 54.80 milliar, dan mengalahkan perkiraan di angka 33.6% dari 17 ekonom dalam jajak pendapat Reuters sekaligus menandai ekspansi dalam delapan bulan beruntun.

Akan tetapi hasil ini dinilai mengalami perlambatan setelah pada bulan Mei sebelumnya laju ekspor mencatat pertumbuhan 45.6%, yang merupakan peningkatan paling tajam sejak bulan Agustus 1988 silam.

Kepala ekonom di HI Investment & Securities, Park Sang-hyun mengatakan bahwa saat efek dasar dari pandemi virus memudar, maka tingkat pertumbuhan itu sendiri kemungkinan akan mencapai puncaknya di bulan Mei, namun nilai ekspor kemungkinan akan terus mengalami pertumbuhan di kuartal ketiga mendatang.

Lebih lanjut Park mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan bahwa laju permintaan Cina yang melemah akibat penundaan pengiriman dan gangguan terhadap rantai pasokan namun dampaknya terlihat terbatas, menyusul ekspor ke negara ekonomi ASEAN lainnya telah berada dalam kondisi yang lebih baik.

Data perdagangan Korea Selatan di tingkat bulanan tengah diawasi dengan ketat karena merupakan yang pertama dirilis di antara negara-negara eksportir utama dan secara luas dianggap sebagai penentu arah untuk perdagangan global.

Penjualan produk semikonduktor di pasar luar negeri, sebagai ekspor utama Korea Selatan, mencatat pertumbuhan selama 12 bulan berturut-turut sebesar 34.4%, sedangkan untuk produk mobil dan produk petrokimia masing-masing mencatat lonjakan 62.5% dan 68.5% di periode yang sama.

Sementara berdasarkan tujuan pengiriman, laju ekspor ke Cina, AS dan Uni Eropa masing-masing mencatat lonjakan sebesar 14.3%, 51.9% dan 65.3%, sedangkan pengiriman ke enam negara mitra dagang utama Korea Selatan juga dilaporkan mengalami peningkatan.

Sejumlah ekonom menilai bahwa risiko baru terhadap laju ekspor datang dari penyebaran virus corona varian Delta serta kekhawatiran mengenai perlambatan pemulihan ekonomi di Cina.

Terkait hal tersebut Park menilai bahwa ekspor ke Cina kemungkinan turun hingga mencatat pertumbuhan satu digit akibat manufaktur PMI Cina di bulan Juni memberikan isyarat bahwa momentum pemulihan telah melemah, dimana virus varian Delta serta kebijakan lockdown terkait menjadi risiko potensial bagi laju ekspor.

Rilisan data di hari Rabu kemarin menunjukkan bahwa laju pertumbuhan aktifitas pabrik Cina mengalami perlambatan di bulan Juni hingga ke level terendahnya dalam empat bulan, karena biaya bahan baku yang lebih tinggi, kurangnya pasokan semikonduktor serta wabah Covid-19 di Guangdong sebagai provinsi ekspor utama Cina, di tengah gangguan rantai pasokan yang lebih luas di kawasan Asia.

Selain itu data perdagangan Korea Selatan juga menunjukkan laju impor yang tumbuh sebesar 40.7% di bulan Juni, yang mengalahkan perkiraan lonjakan sebesar 33.0%, sehingga surplus perdagangan mencapai $ 4.44 milliar, dari $ 2.94 milliar di bulan sebelumnya.

Pada awal pekan ini pihak Kementerian Keuangan Korea Selatan telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan 2021 secara tajam menjadi 4.2%, yang merupakan level tertingginya dalam 11 tahun terakhir dengan lonjakan ekspor sebesar 18.5%.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.