fbpx
Senin, 29 November 2021

Greenback Melemah Jelang FOMC Minutes

Menjelang dirilisnya risalah rapat kebijakan Federal Reserve di bulan Juni lalu, pergerakan nilai tukar US Dollar terpantau turun di sesi perdagangan Asia pagi ini, namun mata uang Euro justru melemah hingga ke level terendahnya dalam hampir tiga bulan terhadap USD seiring data Jerman yang mengecewakan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap laju pemulihan ekonominya.

Data yang dirilis pada hari Selasa mengatakan bahwa indeks sentimen ekonomi Zentrum für Europäische Wirtschaftsforschung (ZEW) Jerman turun tajam menjadi 63.3, di bawah 75.2 dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan angka 79.8 bulan Juni.

Sementara itu sebuah data terpisah juga menunjukkan bahwa pesanan pabrik di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut, mengalami kontraksi hingga 3.7% di tingkat bulanan pada Mei lalu, kontras dengan perkiraan pertumbuhan 1% dari Investing.com serta turun dari pertumbuhan 1.2% di bulan April sebelumnya.

Mata uang Aussie juga mengalami penurunan dari kenaikan yang dibukukan di akhir pekan lalu, seiring para investor yang mencerna keputusan kebijakan RBA yang tengah melangkah untuk menuju pengurangan aset.

Dimana bank sentral Australia tersebut mengumumkan putaran ketiga yang lebih kecil dari program pelonggaran kuantitatif serta mempertahankan obligasi hingga April 2024 dengan target yield sebesar 0.1% untuk tenor 3 tahun, sekaligus mempertahankan suku bunga tidak berubah di 0.1%.

Tingkat imbal hasil obligasi AS baru-baru ini mengalami penurunan setelah investor dipaksa untuk keluar dari pertaruhan mereka terhadap The Fed yang dinilai akan memperketat kebijakan moneternya lebih cepat dari yang diharapkan, menyusul kenaikan inflasi.

Hasil risalah dari pertemuan The Fed di bulan lalu yang akan dirilis pada dinihari nanti, diharapkan memberi petunjuk secara luas mengenai prospek kebijakan bank sentral AS untuk kedepannya, namun sejumlah investor mengatakan bahwa petunjuk tersebut sudah terlihat saat ini.

Menanggapi hal tersebut kepala strategi Sumitomo Mitsui Bank, Daisuke Uno mengatakan kepada Reuters bahwa bannyak pihak berpikir The Fed akan memberikan petunjuk mengenai kebijakan tapering di bulan Agustus dan akan mempertimbangkannya di bulan September untuk dijalankan di bulan Desember mendatang.

Namun beliau merasa yakin bahwa The Fed mampu bergerak lebih awal dari jadwal tersebut, yang mana poin pentingnya adalah mereka sudah menaikkan perkiraan laju inflasi AS.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.