fbpx
Rabu, 27 Oktober 2021

Greenback Melemah Seiring Sikap Dovish Powell

Menyusul penegasan kembali Ketua The Fed Jerome Powell terkait kebijakan moneter yang lebih ketat yang dinilai masih jauh pasca perubahan sikap Federal Reserve menjadi hawkish di pekan lalu, pergerakan mata uang US Dollar bertahan di dekat posisi terendahnya dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya di pekan lalu greenback melonjak dan perdagangan saham mengalami pelemahan, setelah The Fed mengejutkan pasar dengan mengeluarkan sinyal adanya kenaikan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan oleh investor sebelumnya.

Akan tetapi sejak saat itu sikap para pembuat kebijakan di bank sentral AS mulai sedikit melunak, seiring Ketua Jerome Powell dan Presiden Fed New York John Williams yang memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi membutuhkan lebih banyak waktu sebelum mampu menjalankan pengurangan stimulus serta menerapkan suku bunga yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan menyampaikan testimoninya di depan para anggota US House of Representatives pada Selasa waktu AS, Powell mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menaikkan suku bunga secara pre-emptive, karena merasa khawatir terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan inflasi, sehingga mereka akan menunggu bukti nyata secara aktual terkait inflasi atau mengenai ketidakseimbangan lainnya.

Dengan demikian komentar yang mengarah ke sikap dovish ini, telah memperpanjang kerugian yang diderita oleh greenback di pekan ini, yang mana US Dollar terpantau memangkas hingga sepertiga dari kenaikannya pada hari Rabu pekan lalu.

Terkait akan hal tersebut, ahli strategi Gavekal sembari mengutip perbedaan pertumbuhan relatif dan posisi netral di pasar mata uang, dalam sebuah catatannya menyampaikan bahwa risiko kebijakan moneter AS telah dinormalisasi lebih cepat, dibandingkan meneruskan penawaran dukungannya terhadap Dollar, namun hal ini sepertinya tidak mungkin menjadi faktor dominan di pasar mata uang.

Sehingga beliau menyimpulkan bahwa jika mengacu pada keseimbangan saat ini, maka hal tersebut menunjukkan bahwa US Dollar telah menghadapi hambatan dan kemungkinan besar masih akan tetap berada di jalur yang terdepresiasi.

Dari semua mata uang utama dunia, pergerakan US Dollar hanya mampu mengungguli mata uang Yen, setelah sebuah data resmi menunjukkan bahwa aktifitas pabrik di Jepang mengalami pertumbuhan dalam kecepatan yang paling lambat dalam empat bulan terakhirnya di bulan Juni ini, dengan output yang mengalami penyusutan secara lebih cepat.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.