fbpx
Rabu, 4 Agustus 2021

Inflasi Cina Mengalami Perlambatan

Pasca pemerintah Cina meningkatkan upaya untuk mengendalikan kenaikan harga komoditas, hal ini mengakibatkan inflasi produsen mencatat kenaikan dalam laju kecepatan yang lebih lambat, demikian pula dengan laju inflasi konsumen negara itu yang juga dilaporkan mereda.

National Bureau of Statistics melaporkan indeks harga produsen Cina mencatat kenaikan 8.8% di tingkat tahunan pada bulan Juni lalu, melambat dari pertumbuhan 9% pada bulan Mei sebelumnya, namun angka sesuai dengan perkiraan pertumbuhan dari Investing.com.

Sementara indeks harga konsumen dilaporkan naik 1.1% di tingkat tahunan, namun mencatat penurunan 0.4% di tingkat bulanan pada Juni lalu, dari sebelumnya yang mencatat kenaikan tahunan 1.3% dan hanya turun 0.1% di tingkat bulanan pada bulan Mei.

Meskipun negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut masih melanjutkan laju pemulihan ekonominya dari dampak Covid-19, namun masih diliputi oleh tekanan inflasi yang tinggi di sektor industri, sehingga pihak regulator Cina semakin khawatir bahwa perusahaan dalam skala kecil tidak akan mampu membebankan biaya yang lebih tinggi kepada para konsumennya.

Akan tetapi ahli statistik di National Bureau of Statistics, Dong Lijuan dalam pernyataannya pasca rilis data mengatakan bahwa di sektor ekstraksi minyak dan gas alam serta pengolahan logam besi dan non-ferrous dilaporkan kenaikan harga mengalami perlambatan.

Lebih lanjut Dong menyampaikan bahwa kebijakan dalam negeri untuk memastikan pasokan dan upaya untuk menstabilkan harga di sektor komoditas, telah menunjukkan efek awal yang mendorong peningkatan pasokan serta permintaan pasar dan mengakibatkan perlambatan kenaikan harga produk industri.

Dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan bahwa harga komoditas batu bara, baja, bijih besi dan tembaga telah mengalami lonjakan, seiring banyaknya negara yang telah melonggarkan kebijakan pembatasannya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai upaya untuk membantu mengatasi masalah ini, pihak Dewan Negara Cina pada Rabu kemarin telah mengisyaratkan bahwa People’s Bank of China dapat memotong rasio persyaratan cadangan bagi bank untuk memberikan dorongan ekonomi, yang mana ini menjadi langkah pertama sejak April 2020 lalu saat ekonomi Cina terpukul oleh pandemi Covid-19.

Sebagai konsumen komoditas batu bara dan bijih besi terbesar di dunia, Cina sebelumnya telah menjual pasokan dari cadangan negara yang memicu penurunan harga baja dan tembaga.

Terkait akan hal ini kepala ekonom Cina di JPMorgan Chase & Co, Zhu Haibin mengatakan kepada pihak Bloomberg bahwa tekanan inflasi Cina, terutama di sisi indeks harga produsen, pada dasarnya telah mencapai puncaknya dan akan turun secara moderat di periode paruh kedua tahun ini.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.