fbpx
Kamis, 24 Juni 2021

Inflasi Produsen Cina Naik Ke Level Tertinggi

Tekanan terhadap harga global semakin bertambah, menyusul dirilisnya data Producer Price Index Cina yang menunjukkan laju inflasi produsen di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut mengalami lonjakan ke level tertingginya sejak 2008 silam pada bulan Mei lalu.

National Bureau of Statistics melaporkan indeks harga produsen naik 9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, menyusul kenaikan 6.8% pada bulan April sebelumnya, sementara perkiraan median dalam survei Bloomberg memperkirakan kenaikan 8.5%.

Sedangkan indeks harga konsumen dirilis dengan mencatat kenaikan 1.3% di bulan yang sama dari tahun sebelumnya, namun meleset dari perkiraan kenaikan 1.6% dari para ekonom.

Sepanjang tahun ini harga komoditas mengalami rally seiring pemulihan global yang semakin kuat, namun kekurangan pasokan yang diakibatkan oleh pandemi masih terus berlanjut, dan pemerintah di seluruh dunia telah menggelontorkan stimulus dalam jumlah yang mencapai rekor tertingginya.

Demikian pula dengan para pembuat kebijakan Cina yang telah mengambil langkah-langkah yang ditargetkan, guna mengekang lonjakan harga, termasuk sejumlah langkah untuk memperluas pasokan bahan baku serta menindak praktek spekulasi dan penimbunan bahan baku, sembari meningkatkan retorika dalam upaya untuk mengurangi biaya.

Hingga saat ini dampak yang terjadi terkait kenaikan harga komoditas logam, terutama terlihat di aktifitas industri hulu yang terlibat dalam sektor pertambangan serta pengolahan bahan baku, sementara itu kenaikan harga di industri hilir terjadi di beberapa bidang seperti furnitur dan tekstil.

Selain itu perpindahan dari indeks harga produsen ke indeks harga konsumen nampaknya juga terbatas, mengingat hubungan antar keduanya telah menunjukkan kelemahan, yang mana persaingan ketat di antara bisnis berskala kecil, yang didorong oleh kebangkitan e-commerce serta permintaan domestik yang lemah, berarti bahwa pabrik-pabrik di Cina telah menyerap kenaikan biaya input dibandingkan meneruskannya ke konsumen dalam negeri.

Saat ini pihak berwenang Cina mengatakan bahwa indeks harga produsen kemungkinan akan terus mencatat kenaikan hingga kuartal kedua ini, sebelum mengalami pelemahan di paruh kedua tahun ini.

Namun demikian pihak bank sentral kemungkinan akan menghindari kebijakan kenaikan suku bunga sebagai tanggapan terhadap data inflasi dan juga menjaga keseimbangan likuiditas dalam sistem perbankan Cina.

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.