fbpx
Senin, 29 November 2021

Minyak Mencatat Kenaikan Tipis

Menyusul para investor yang tengah menunggu keputusan dari negara produsen utama tetntang apakah mereka akan tetap mempertahankan atau mengurangi kebijakan pemangkasan pasokan di paruh kedua tahun ini serta ditambah dengan tingkat persediaan minyak mentah AS yang lebih rendah, yang kesemuanya memberikan dukungan bagi harga minyak untuk mencatat kenaikan tipis.

Minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman September naik 17 sen atau sekitar 0.2%, sementara minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate berhasil naik 21 sen tau sekitar 0.3%, mendekati level harga tertingginya di tahun 2018 lalu.

Selama bulan Juni lalu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate telah mencatat kenaikan lebih dari 10%, sedangkan jenis Brent mampu mencatat kenaikan lebih dari 8%, sehingga mampu menyentuh level tertingginya sejak 2018, seiring perjalanan musim panas yang meningkat dan lebih banyak orang yang telah mendapatkan vaksinasi.

Para analis telah memperkirakan defisit pasokan yang lebih luas secara global pada paruh kedua karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mereka, yang dikenal sebagai OPEC+, memutuskan untuk mempertahankan pengurangan produksi sementara permintaan meningkat.

Diberitakan sebelumnya bahwa OPEC+ telah mengurangi pengurangan pasokan antara Mei dan Juli hingga sebesar 2.1 juta barrel per hari dan akan melaksanakan pertemuan di hari ini untuk memutuskan apakah akan membiarkan tingkat produksi tidak berubah atau akan meningkatkan produksinya, yang kemungkinan lebih dari 1 juta barrel per hari atau 0.5 juta barrel per hari di bulan Agustus mendatang.

Selain itu kelompok ini diharapkan juga akan membahas apakah akan memperpanjang kesepakatan pengurangan pasokan minyak hingga bulan April di tahun 2022 mendatang.

Dalam sebuah catatannya analis ANZ mengatakan bahwa diskusi sampingan dari kelompok tersebut telah menunjukkan bahwa Rusia telah mengusulkan untuk meningkatkan pasokan sementara dari Arab Saudi yang menginginkan pendekatan secara lebih hati-hati.

Sementara analis di Citi Bank mengatakan bahwa fundamental pasar minyak global, harus cukup kuat untuk membenarkan pelonggaran pengurangan produksi, sekaligus menambahkan bahwa mereka memperhitungkan lonjakan sebesar 1 juta barrel perhari dalam pasokan OPEC di bulan Agustus.

Setelah memperhitungkan produksi OPEC+ yang lebih tinggi, pihak Citi memperkirakan bahwa pasar akan tetap dalam defisitnya hingga lebih dari 3 juta barrel per hari sampai kuartal ketiga dengan probabilitas minyak jenis Brent yang mencapai harga sekitar $ 85 per barrel.

Namun demikian wabah virus corona varian Delta telah meningkatkan kekhawatiran pemulihan laju permintaan yang mungkin akan mengalami kondisi yang goyah, di tengah kebijakan lockdown yang diperbarui serta kenaikan biaya yang telah melemahkan momentum dalam aktifitas pabrik di kawasan Asia untuk bulan Juni lalu.

Laporan yang dirilis oleh lembaga Energy Information Administration menunjukkan persediaan minyak mentah di AS telah mencatat penurunan di pekan lalu dalam enam pekan berturut-turut, sebagai tanggapan atas meningkatnya laju permintaan.

Penurunan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma sebagai titik pengiriman untuk minyak mentah jenis WTI, telah berada di level terendahnya sejak Maret 2020 lalu, sehingga mendukung acuan AS yang sekaligus juga menekan diskon terhadap minyak jenis Brent hingga ke level tersempitnya sejak September 2020 lalu.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.