fbpx
Senin, 29 November 2021

Rumah Tangga Inggris Meningkatkan Tabungannya

Saat kebijakan lockdown yang membatasi aktifitas di bar, restoran dan di banyak gerai toko ritel di Inggris menahan laju belanja sektor rumah tangga selama tahun lalu, maka sektor rumah tangga di negara tersebut memilih untuk meningkatkan tabungan mereka di awal tahun ini, yang berpotensi meningkatkan daya beli saat pembatasan ini dicabut secara bertahap.

Office for National Statistics melapokan bahwa rasio tabungan negara, yang mengukur pendapatan rumah tangga yang ditabung sebagai proporsi dari pendapatan mereka, mencatat kenaikan menjadi 19.9% dari 16.1% di kuartal keempat tahun 2020 lalu.

Data ini mencatat rasio tabungan tertinggi kedua, setelah sebelumnya mengalami lonjakan menjadi 25.9% pada periode April hingga Juni tahun lalu, di saat diberlakukannya kebijakan lockdown pertama di negara tersebut.

Hal ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mengalami penyusutan sedikit lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya pada periode Januari-Maret, seiring produk domestik bruto yang mengalami kontraksi hingga 1.6% di kuartal pertama lalu.

Sebelumnya Office for National Statistics memperkirakan bahwa produk domestik bruto akan mengalami penyusutan hingga 1.5% di kuartal pertama, dimana tingkat pengeluaran rumah tangga melaju lebih lemah dari perkiraan sebelumnya.

Namun demikian tekanan terhadap PDB di awal tahun ini dinilai hanyalah sebagian kecil dari penurunan sekitar 20% pada kuartal pertama di tahun 2020 lalu, saat Inggris menghadapi gelombang pandemi Covid-19 yang pertama hingga harus memberlakukan kebijakan lockdown, dan hal ini memaksai sektor bisnis untuk beradaptasi dengan aturan tersebut, misalnya dengan meningkatkan operasi mereka secara online.

Sementara itu sebuah data terpisah yang diterbitkan oleh Office for National Statistics, menunjukkan bahwa defisit current account Inggris mengalami penyempitan menjadi 12.828 milliar Poundsterling atau sekitar $ 17.76 milliar di periode kuartal pertama, karena adanya pengetatan aturan virus corona yang memberikan pukulan terhadap ekonomi dan sekaligus mengurangi permintaan impor.

Dalam hal ini disebutkan bahwa kekurangan neraca pembayaran setara dengan 2.4% dari PDB, dibandingkan dengan 4.8% dari PDB pada periode kuartal keempat di tahun 2020 lalu.(WD)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.