fbpx
Kamis, 23 September 2021

Indikator RSI atau Relative Strength Index

Relative Strength Index atau biasa disebut RSI, memiliki kemiripan dengan indicator stochastic dalam hal membantu untuk mengenali kondisi overbought dan oversold.

Indikator RSI ini dikembangkan oleh J. Welles Wilder, Jr dan diperkenalkan pada tahun 1978. Wilder junior merupakan insinyur mesin yang lebih banyak dikenal sebagai seorang analis teknikal yang melahirkan beberapa indikator teknikal.

Indikator RSI memiliki range nilai dari 0 hingga 100. Indikator RSI dapat membantu kita untuk memperkirakan keadaan pasar pada saat overbought maupun oversold. Pasar dianggap oversold jika RSI berada di bawah 30 dan dianggap overbought apabila RSI berada di atas 70.

Indikator RSI – Relative Strength Index

Indikator RSI

Pada umumnya Indikator RSI ini banyak digunakan oleh para trader untuk mencari sinyal buy dan sell, seperti halnya indikator yang lain. Sinyal sell dapat ditemukan ketika Indikator RSI sudah memasuki area overbought, sebaliknya sinyal buy ditemukan ketika RSI sudah memasuki area oversold.

Konfirmasi sinyal sell adalah ketika indicator RSI tersebut turun dari area overbought dan berada di bawah 70, sedangkan konfirmasi buy adalah ketika RSI naik dari area oversold dan berada di atas 30.

Indikator RSI – Relative Strength Index

RSI SIGNAL

Indikator RSI memang  tidak seagresif indikator stochastic. Indikator RSI jarang memunculkan sinyal buy ataupun sell. Oleh karena itu  indikator RSI mungkin tidak cocok bagi trader yang agresif, yaitu trader yang ingin melakukan transaksi sebanyak dan sesering mungkin.

Namun karena Indikator RSI jarang menampilkan sinyal buy maupun sell, biasanya kemunculan sinyal diikuti oleh pergerakan yang cukup panjang. Oleh karena itulah Indikator RSI ini sangat cocok bagi trader yang cenderung kalem, yang sangat sabar menantikan sinyal dari indikator RSI untuk melakukan transaksi.

Tips Menggunakan Indikator RSI

Ada beberapa tips pada saat menggunakan indicator RSI untuk mengantisipasi munculnya fake signal.

Aturan untuk buy:

  1. Perhatikan RSI harus berada di area oversold (di bawah 30).
  2. Tunggulah pergerakan harga sampai RSI lepas dari area oversold (naik ke atas 30).
  3. Sebagai indicator penguat, pastikan ada candlestick bullish ketika RSI lepas dari area oversold.
  4. Tunggulah sampai candlestick tersebut selesai (close).
  5. Entry (buy) pada pembukaan candlestick berikutnya.
  6. Tempatkanlah stop loss sedikit di bawah swing low yang terakhir jangan persis di low terakhir.

Ilustrasi langkah-langkah di atas adalah sebagai berikut:

Langkah 1-3

Indikator RSI – Relative Strength Index

Langkah 4–6:

Indikator RSI – Relative Strength Index

Hasil dari proses analisa dan selanjutnya ternyata:

Indikator RSI – Relative Strength Index

Tips trading menggunakan indicator RSI,  jangan menempatkan stop loss tepat atau persis di swing low terakhir. Sebagai antisipasi harga mencapai stop loss, jauhkan  posisi stop loss sedikit di bawah swing low tersebut.

Pengalaman dan banyaknya latihan menggunakan indikator RSI ini, anda nanti akan lebih mengenal karakteristik masing – masing pasar sehingga bisa memperkirakan di mana sebaiknya stop loss Anda tempatkan.

- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Subscribe to our newsletter

Dapatkan berita terupdate dan konten - konten menarik seputar forex.